Event Free Entry Sindu Kusuma Edupark

Di postingan kali ini, aku bakalan membahas jalan-jalan ku ke Sindu Kusuma Edupark(SKE) sekitaran November atau Desember 2015, SKE memberikan penawaran free entry buat orang yang cosplay pada hari itu. Nah, letak tempat ini di JL. Magelang KM 2 (Jl. ambon), Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Yang mana, tidak jauh dari pusat kota.SKE ini dibuat sebagai tempat rekreasi keluarga untu dewasa maupun anak-anak.



Foto cosplayer yang datang by : Hendra

Luas SKE ini sendiri sekitar 7 hektar, bayangin aja berapa banyak wahana yang dapat kita jumpai jika luas halamannya segini.Beberapa contoh wahana yang ada disana adalah Cakra Manggilingan yaitu bianglala, kemudian ada Kursi Mabur sejenis komedi putar, Sepur Kluthuk seperti menaiki kereta api mini, dan masih banyak lagi. Salah satu wahana yang ter - populer disini adalah Cakra Manggilingan, dimana bianglala ini memiliki ketinggian sekitar 48 meter dengan 28 kabin, masing -masing kabin dapat menampung 4 orang dewasa. Kalian dapat melihat pemandangan Jogja yang indah ketika menaiki Cakra Manggilingan ini. Oiya, waktu itu tentunya aku juga mau lah cari yang gratis. Aku cosplay juga disini. Dan, jadi apakah aku?



Hatsune Miku by : Elgar


by : Project Vali


Untuk rutenya sendiri, jika kalian melalui Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta, setelah itu ke arah utara sampai ke JL. Magelang. Setelah ada Lampu merah pertama yang di sebelah kanan Borobudur Plaza, masih lurus terus. Jika ada belokan ke kiri ambil belokan tersebut. Lurus terus hingga di kanan jalan kalian akan menemukan pintu gerbang SKE. Harga tiket masuknya 15ribu dan ketika hendak menaiki wahana, akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan wahana apa yang hendak kalian naiki. 

Sumber : www.kusuma-edupark.com


            


ANNOVERSARY di Hutan Pinus Imogiri Bantul

Mungkin pertama kali kalian lihat judul diatas pasti akan bertanya, "Kok Annoversary? Typo Kak?". Jadi itu bukan typo kok, memang sengaja. Annoversary itu singkatan dari Anoman anniversary, begitulah kira-kira. Aku dan teman-teman dari Anoman memutuskan untuk merayakan anniversary Anoman yang ke-2 di Hutan Pinus. Selain dapat melihat keindahan beribu pohon Pinus disini, kita memanfaatkan lahan yang cukup luas disini untuk bermain bermacam-macam permainan yang telah panitia susun. Pertamanya aku kurang begitu paham permainannya apa saja, karena waktu itu aku tidak ikut serta menjadi panitia karena masih capek sehabis pkl. 

Foto bersama teman-teman

Hutan Pinus yang aku kunjungi ini yang terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Seperti biasa, aku mengunjunginya menggunakan sepeda motor. Untuk dapat sampai kesini, kita dapat melalui Ringroad Selatan yang mengarah ke Parangtritis, setelah sampai di Kecamatan Dlingo kita ikuti petunjuk arah yang ada. Sampai disini, aku tidak lagsung ikut berbaur dengan mereka. Melainkan aku berganti pakaian terlebih dahulu. Ganti pakaian, buat apa? Dan foto dibawah akan menjelaskan semuanya.



Tada~!

Benar sekali, aku sekalian mau ambil foto disini. Dan hasilnya bagus bukan? Memang, Hutan Pinus Imogiri Bantul ini cocok dijadikan sebagai tempat buat mendapatkan tempat foto dengan latar belakang yang unik, berupa batang pohon dan warna tanah yang merah. Maka tak jarang, banyak orang yang datang kesini untuk mengambil foto pre wedding. Seperti yang telah aku sampaikan, bakalan banyak permainan seru yang telah kita rancang sedemikian rupa untuk mengisi kegiatan Annoversary ini. Tapi sebelum masuk ke sesi permainan, kita potong tumpeng terlebih dahulu dan bisa untuk kita makan bersama horeee. 


Tumpeng

Terus habis makan sambil bercandaan, kita tak lupa tetap menjaga kebersihan kok. Habis bersih-bersih kita lanjut ke permainan. Berikut dokumentasinya.


Muter-muter dulu teman-teman


Halo Alif sama mas Molor, so sweet banget sih

Jadi pengen kan untuk bisa main kesini? Gak perlu keluarin banyak uang, kalian cukup membayar uang parkir saja 3 ribu untuk motor dan 10 ribu untuk motor. Jangan sampai lupa, kalau jalan-jalan ke jogja kalian wajib mampir ke sini.

Sumber : www.pegipegi.com


Main Air di Grojogan Sewu

Di postingan kali ini, aku bakalan membahas tentang jalan-jalan ku ke Kabupaten Kulon Progo buat basah-basahan gitu. Sebenarnya aku gak ada niatan buat basah-basahan karena memang aku tidak membawa pakaian ganti nanti akan aku ceritakan mengapa jadi berbasah ria. Bisa ditebak tidak, kira-kira dimana? Benar sekali, aku sama teman-temanku jalan ke Grojogan Sewu, tepatnya di Dusun Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Jadi, pengembangan dari objek wisata ini dimulai sekitar tahun 2013. Nama Grojogan Sewu itu memiliki makna berupa pancuran seribu. Di sepanjang jalan sebelum memasuki kawasan Grojogan Sewu, aku beserta teman-temanku disuguhi pemandangan yang indah berupa perkebunan pohon tebu yang sangat luas. Sebelum lanjut ke Grojogan Sewu, kami berfoto bersama. Ya, hitung-hitung beristirahat sebentar.


Saat istirahat sejenak


Rute untuk dapat ke Grojogan Sewu bisa melewati jalan Godean, setelah itu ke arah Sungai Progo sampai menemukan lampu merah Kenteng, ikuti saja jalannya sampai nanti menemukan papan yang akan mengarahkan kalian ke Grojogan Sewu. Aku kemarin sekitar 1,5 jam untuk sampai ke Grojogan Sewu. Untuk akses jalannya, terdapat tanjakan dan menurun. Jadi harus ekstra hati-hati apalagi kalau sedang hujan. Sampai dekat di Grojogan Sewu, jalannya sudah jalan yang menanjak dan bergeronjal. Waktu itu yang di bonceng harus turun agar tidak berat membawa motornya.


                                                               Pintu masuk Grojogan Sewu


Sampai deh di parkiran. Dari sini, kita masih harus berjuang untuk menuruni beberapa anak tanngga. Tapi tenang aja, capeknya bakalan hilang kalau kaki udah masuk ke dalam air disini. Aku masuk ke dalam sungainya, dan akhirnya kepleset gak sakit sih, tapi basah. Jadi basah deh. Harus hati-hati batuan di sungai ini, karena memang ada yang licin. Yaudah, sekalian basah-basahan aja. Walaupun tidak membawa pakian ganti. Selesai dari ini semua, kita harus naik beberapa tangga untuk menuju parkiran lagi, capek tapi asik. Bisa merasakan dinginnya air dan sejuknya udara disini.




Basah-basahan

Jika kalian mau merasakan bagaimana basah-basahan sambil menikmati gemercik air dari Grojogan Sewu ini, kalian cukup membayar 3ribu untuk tiket masuknya dan 2ribu untuk parkir motor. Tidak akan menyesal jauh-jauh datang ke sini.

Sumber : https://eksotisjogja.com




Kuliah Lapangan ke Candi Ijo

Bulan November kemarin, aku bersama teman sekelasku jalan-jalan ke Candi Ijo. Candi Ijo terletak di Bukit Ijo, Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Makanya diberi nama Candi Ijo karena lokasinya terletak di Bukit Ijo. Enggak terlalu jauh dari pusat kota, kalau ditempuh pakai motor sekitaran 1 jam sudah sampai ke Candi Ijo. Kalian bisa melalui Jalan Solo yang kemudian sampai sekiranya di km 16 belok ke kanan. Terus jalan sampai nanti kalian akan menemukan tulisan Candi Ijo ikutilah rambu tersebut. Untuk kendaraan umum sendiri, kalian bisa menggunakan Trans Jogja, kalau tidak salah nanti berhenti di shalter Candi Prambanan, terus dilanjutkan naik taksi atau kendaraan lainnya karena masih lumayan jauh jika berjalan kaki.  Jalannya juga mulus, hanya saja ada sedikit lubang dan agak nanjak dikit gitu. Sampai sana, aku pun takjub banget. Soalnya kan Candi Ijo sendiri merupakan candi tertinggi di Yogyakarta lho. Jadi, bisa dibayangin kan kalau kita bakalan bisa ngelihat pemandangan dari atas sini. Walaupun saat kesana sedang teriknya, tapi nggak kerasa gerah kok.

Candi Ijo

Indah bukan pemandangan yang melatar belakangi candi-candi tersebut.Aku sama temen-temen lebih banyak ngambil fotonya daripada belajar tentang candinya, karena memang disini banyak tempat yang bagus dimana dapat dijadikan latar foto kita. Jadi, Candi Ijo itu merupakan candi yang bercorak agama Hindu. Candi ini Dibangun sekitar abad ke 9 Masehi.


Di dalam candi utama


Didalam candi utamanya ada ruangan yang ditengahnya terdapat lingga. Dibagian bawah ada bentuk kura-kuranya. Nah, hal tersebut mengisahkan tentang dunia air. Agar dapat terlihat jelas, kalian perlu menghidupkan senter agar bisa melihat lebih jelas apa saja yang ada di dalam sini.


Di luar candi utama



Waktu foto bareng temen-temen

Gimana-gimana? Dilihat dari foto-foto diatas bisa dilihatkan, pemandangan di Candi Ijo itu seperti apa? Aslinya lebih indah dari foto ini. Karena memang kita baru diatas bukit. Jadi bisa melihat pemandangan yang indah dari atas sini dan menikmati semilir angin yang berhembus. Untuk bisa melihat ini semua, kalian cukup mengeluarkan 5 ribu untuk tiket masuknya, dan untuk parkirnya dikenakan 2 ribu saja. Jadi, jangan lupa untuk mampir ke Candi Ijo ini ya.

Sumber : www.jogja.co
                https://viewjogja.com

Main ke Goa Selarong Bareng ANOMAN JOGJA

Halo. Di blog ini aku akan memberikan informasi, bukan informasi namun lebih tepatnya membahas mengenai apa aja yang pernah aku dapatkan saat aku jalan ke tempat wisata yang ada di Provinsi Yogyakarta. Tahu sendiri kan, Provinsi Yogyakarta tidak akan ada habisnya kalau membahas tentang tempat wisatanya. Karena banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungin disini. Untuk itu, mulai dari postingan ini sampai postingan selanjutnya aku akan membahas tentang perjalanan sama teman - teman ku saat main ke tempat wisata di Yogyakarta ini. Di postingan kali ini, aku menuliskan apa saja yang aku dapatkan saat main ke Goa Selarong. Goa Selarong ini berlokasi di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Aku main kesini bersama teman – temanku dari Anoman Jogja dalam rangka hari jadi komunitas ini yang ke 1, saat sekitar akhir tahun 2014. Kalau penasaran Anoman Jogja itu komunitas apa? Bisa kalian cari grupnya di Facebook.



Foto sama temen-temen



           Untuk rutenya sendiri, kita bisa melewati Jl Bantul – Jl Selarong. Dan aku kesananya menaiki motor, kira-kira butuh waktu 1 jam dari Kota Yogyakarta untuk dapat sampai ke Goa Selarong. Jalannya sudah mulus, tidak terlalu naik turun, dan sepanjang perjalanan saat sudah memasuki desa ini kita bakalan disuguhi pemandangan rimbunnya pohon  di kanan dan kiri jalan yang kita lalui. Aku sampai di Goa Selarong sekitar pukul jam 11. Walaupun sudah siang, kita tidak akan merasakan cuaca yang terlalu panas. Padahal waktu itu belum masuk musim hujan kenapa tidak panas? Karena memang disini teduh sekali. Untuk dapat menikmati indahnya pemandangan yang disajikan di Goa Selarong ini kalian cukup mengeluarin 3 Ribu dan untuk parkir motor 2 Ribu. Untuk dapat ke goanya, kita harus menaiki tangga yang banyak untuk sampai di salah satu pendopo yang mana akan dijadikan tempat untuk kita berkumpul. Kita main game, ada yang main musik termasuk aku yang nyanyi, bahkan ada lomba cosplay nya juga, seru banget pokoknya.



Ini waktu membagi konsumsi

          Setelah selesai dan aku merasa bosan, aku dan teman-temanku memutuskan untuk terus naik menelusuri tangga hingga ke yang paling puncak. Di tengah perjalanan, aku melihat goanya. Goa disini tidak seperti goa berbentuk labirin, tetapi lebih seperti bentuk cekungan di tebing. Dulunya, goa ini merupakan markas Pangeran Diponegoro bersama pasukannya dalam perang gerilya melawan Belanda sekitar tahun 1825-1830. Setelah melihat sebentar goa tersebut, kita teruskan untuk menelusuri jalan yang benar-benar hanya muat untuk satu orang saja. Perlahan-lahan tapi pasti, akhirnya sampailah ke sungai sekaligus yang kemudian akan mengalir menjadi air terjun yang ada di Goa Selarong ini. Saat itu sungainya kering, tidak ada air sedikitpun. Jadi benar-benar hanya seperti parit saja. Dari atas sini kita bisa melihat pemandangan pepohonan sejauh mata memandang. Benar-benar indah dan capeknya terbayarkan deh. Udah sejuk, tentram, dan disuguhi pemandangan seperti ini bisa membuat saya betah disini.